Rabu, 13 Mei 2015

Kisah "Di Antara Wanita Pertama Yang Masuk Surga"


Dan siapakah nama wanita itu? Dia adalah
Muti’ah.
Kaget? Sama seperti Siti Fatimah ketika itu,
yang mengira dirinyalah yang pertama kali
masuk surga.

Siapakah Muti’ah? Karena rasa penasaran yang
tinggi, Siti Fatimah pun mencari seorang wanita
yang bernama Muti’ah ketika itu. Beliau juga
ingin tahu, amal apakah yang bisa membuat
wanita itu bisa masuk surga pertama kali?
Setelah bertanya-tanya, akhirnya Siti Fatimah
mengetahui rumah seorang wanita yang
bernama Muti’ah. Kali ini ia ingin bersilaturahmi
ke rumah wanita tersebut, ingin melihat lebih
dekat kehidupannya. Waktu itu, Siti Fatimah
berkunjung bersama dengan anaknya yang
masih kecil, Hasan. Setelah mengetuk pintu,
terjadilah dialog.
“Di luar, siapa?” kata Muti’ah tidak
membukakan pintu.
“Saya Fatimah, putri Rasulullah”
“Oh, iya. Ada keperluan apa?”
“Saya hanya berkunjung saja”
“Anda seorang diri atau bersama dengan
lainnya?”
“Saya bersama dengan anak saya, Hasan?”
“Maaf, Fatimah. Saya belum mendapatkan izin
dari suami saya untuk menerima tamu laki-laki”
“Tetapi Hasan masih anak-anak”
“Walaupun anak-anak, dia lelaki juga kan? Maaf
ya. Kembalilah besok, saya akan meminta izin
dulu kepada suami saya”
“Baiklah” kata Fatimah dengan nada kecewa.
Setelah mengucapkan salam, ia pun pergi.
Keesokan harinya, Siti Fatimah kembali
berkunjung ke rumah Muti’ah. Selain mengajak
Hasan, ternyata Husein (saudara kembar
Hasan) merengek meminta ikut juga. Akhirnya
mereka bertiga pun berkunjung juga ke rumah
Muti’ah. Terjadilah dialog seperti hari kemarin.
“Suami saya sudah memberi izin bagi Hasan”
“Tetapi maaf, Muti’ah. Husein ternyata
merengek meminta ikut. Jadi saya ajak juga!”
“Dia perempuan?”
“Bukan, dia lelaki”
“Wah, saya belum memintakan izin bagi
Husein.”
“Tetapi dia juga masih anak-anak”
“Walaupun anak-anak, dia juga lelaki. Maaf ya.
Kembalilah esok!”
“Baiklah” Kembali Siti Fatimah kecewa.
Namun rasa penasarannya demikian besar
untuk mengetahui, rahasia apakah yang
menyebabkan wanita yang akan dikunjunginya
tersebut diperkanankan masuk surga pertama
kali. Akhirnya hari esok pun tiba. Siti Fatimah
dan kedua putranya kembali mengunjungi
kediaman Mutiah. Karena semuanya telah diberi
izin oleh suaminya, akhirnya mereka pun
diperkenankan berkunjung ke rumahnya. Betapa
senangnya Siti Fatimah karena inilah
kesempatan bagi dirinya untuk menguak misteri
wanita tersebut.
Menurut Siti Fatimah, wanita yang bernama
Muti’ah sama juga seperti dirinya dan umumnya
wanita. Ia melakukan shalat dan lainnya.
Hampir tidak ada yang istimewa. Namun, Siti
Fatimah masih penasaran juga. Hingga
akhirnya ketika telah lama waktu berbincang,
“rahasia” wanita itu tidak terkuak juga.
Akhirnya, Muti’ah pun memberanikan diri untuk
memohon izin karena ada keperluan yang harus
dilakukannya.
“Maaf Fatimah, saya harus ke ladang!”
“Ada keperluan apa?”
“Saya harus mengantarkan makanan ini kepada
suami saya”
“Oh, begitu”
Tidak ada yang salah dengan makanan yang
dibawa Muti’ah yang disebut-sebut sebagai
makanan untuk suaminya. Namun yang tidak
habis pikir, ternyata Muti’ah juga membawa
sebuah cambuk.
“Untuk apa cambuk ini, Muti’ah?” kata Fatimah
penasaran.
“Oh, ini. Ini adalah kebiasaanku semenjak dulu”
Fatimah benar-benar penasaran. “Ceritakanlah
padaku!”
“Begini, setiap hari suamiku pergi ke ladang
untuk bercocok tanam. Setiap hari pula aku
mengantarkan makanan untuknya. Namun
disertai sebuah cambuk. Aku menanyakan
apakah makanan yang aku buat ini enak atau
tidak, apakah suaminya seneng atau tidak. Jika
ada yang tidak enak, maka aku ikhlaskan diriku
agar suamiku mengambil cambuk tersebut
kemudian mencambukku. Ini aku lakukan agar
suamiku ridlo dengan diriku. Dan tentu saja
melihat tingkah lakuku ini, suamiku begitu
tersentuh hatinya. Ia pun ridlo atas diriku. Dan
aku pun ridlo atas dirinya”
“Masya Allah, hanya demi menyenangkan
suami, engkau rela melakukan hal ini, Muti’ah?”
“Saya hanya memerlukan keridloannya. Karena
istri yang baik adalah istri yang patuh pada
suami yang baik dan sang suami ridlo kepada
istrinya”
“Ya… ternyata inilah rahasia itu”
“Rahasia apa ya Fatimah?” Mutiah juga
penasaran.
“Rasulullah Saw mengatakan bahwa dirimu
adalah wanita yang diperkenankan masuk surga
pertama kali. Ternyata semua gara-gara
baktimu yang tinggi kepada seorang suami yang
sholeh.”
Subhanallah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar